Edy Sofiyan

Keseharian saya adalah Petani.Membaca merupakan hobi saya yang sulit saya tinggalkan, maka dari itu saya membangun sebuah Taman Bacaan Masyarakat agar koleksi b...

Selengkapnya
Fira Kecil Yang Lucu

Fira Kecil Yang Lucu

Umurnya baru dua tahun. Magfira Riskia Ramadan adalah nama yang diberikan kedua orang tuanya. Fira nama panggilan untuk gadis kecil nan mungil, berambut lurus, agak berwarna Pirang. Tingkahnya yang lucu, selalu membuat kita tertawa, tapi kalau sudah ada maunya, hem…harus dipenuhi. kalau tidak, ia akan menangis dan terus menangis hingga keinginannya tercapai. Sehari-hari kebanyakan waktu bermain dihabiskan bersama ayahnya.

ia mempunyai kebiasaan pencet tombol laptop ayahnya. Tak perduli si ayah sedang bekerja. Ia selalu menggunakan senjata ampuhnya. menohok kelemahan ayahnya dengan merengek dan menangis. Si ayah memang tidak tega melihat anaknya menangis. Ia selalu menuruti kemauan anaknya.Terkadang ibunya kalau lagi capek, apalagi kalau baru pulang dari sekolah, ia akan memarahi anaknya bila memperlihatkan kejahilannya. Si ayah tidak tega, seperti biasa air matanya langsung berlinang, karena kasihan melihat anaknya di marahi ibunya.

Padahal di usia ini anak-anak pada rana kognitif sudah bisa berpikir simbolik, menirukan perilaku orang lain dalam menggunakan barang. melakukan aktifitas seperti nyata misalnya: seperti fira memegang handphone ayahnya seolah-olah sedang menelepon ibunya.

ibunya adalah seorang guru Sekolah Dasar. sedangkan ayahnya berwirausaha dan dilakukan di rumah. Bekerja sebagai penjual jasa mengetik dan mencetak. Tak heran fira selalu di urus oleh ayahnya dari urusan mandi, makan dan bermain selalu ditemani ayahnya. sehingga fira kecil sangat dekat dengan ayahnya.

Walaupun si ayah sedang mengetik ia selalu berada dipangkuan ayahnya dengan penuh kemanjaan. Matanya fokus pada layar monitor . sesekali tangannya ikut memencet tombol pada papan ketik, meniru yang dilakukan ayahnya. Si ayah tidak melarang, justru saat ia mulai memencet salah satu tombol pada papan ketik. Si ayah berhenti mengetik. Kemudian ia memperkenalkan simbol-simbol pada papan ketik laptop tersebut.

Fira mulai belajar memecahkan masalah dengan melihat dan menyentuh benda yang ditunjukan orang lain. Ayahnya memperkenalkan tombol Backspace pada papan ketik. kemudian ia disuruh untuk memencet tombol tersebut. ia mengayunkan tangan dengan kencang.

“kerteek”, suara tombol berbunyi keras, bagaikan mau pecah. Melihat hal ini si ayah tidak marah, ia membiarkannya.Dalam hatinya ia berkata,

andaikan anakku kumarahi, berjuta-juta neuron pada otak akan putus. Sementara simpul-simpul neouron tersebut merupakan memori yang akan ia gunakan dalam menerima sesuatu yang baru. Anakku akan jadi bodoh nantinya. Apalagi saat ini merupakan usia emas baginya. Apa jadinya ia kelak kalau sudah besar”. Iapun tersenyum sendiri .Kemudian ia memberikan contoh kepada anaknya bagaimana cara menekan tombol dengan perlahan-lahan, dan ia meminta anaknya melakukan secara berulang-ulang. Fira nyerocos terus menanyakan makna simbol-simbol papan ketik, sambil memencet tombol tersebut. kemudian ia melakukanya sendiri sambil menyebut nama simbol-simbol papan ketik yang di pencetnya satu persatu. Tangan mungil itu begitu lincah memainkan tombol-tombol tersebut. Fira sudah dapat berpikir logis dengan menyebut dan memahami simbol-simbol (1). Dengan penuh kebahagiaan si ayah melihat anaknya bermain seperti layaknya orang mengetik yang sudah mahir. Hilang semua rasa penat darinya. Dalam dirinya mengalir sebuah rasa yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Rasa yang tidak mungkin dimiliki oleh pasangan yang belum memiliki anak. Ia membayangkan bahwa rasa ini juga yang telah dirasakan oleh kedua orang tuanya sewaktu si ayah masih kecil seumuran Fira saat ini.

Yang namanya anak kecil terkadang cepat bosan, selalu ingin mengekplorasi hal-hal yang baru. Berganti mainan adalah hal yang lumrah. Hal ini sangat dipahami oleh si ayah, makanya ia membiarkan apa yang ingin dilakukan Fira diturutinya.

Kemudian si ayah melanjutkan ketikannya, mengejar tenggat waktu yang telah dijanjikan pada pelangganya.Melihat ayahnya mengetik tak selesai-selesai, fira mulai merajuk meminta sesuatu.

“ayah, fia ingin minum”’ celotehnya manja.ia mendongak keatas berusaha menatap wajah ayahnya. Mimiknya berusaha menyakinkan ayahnya, mengatakan bahwa ia benar-benar haus sembari mencubit lengan ayahnya, agar mendapat perhatian ayahnya.

Tersungging senyuman pada wajah si ayah. Kemudian ia mengendong anaknya sambil mencium dengan penuh cinta dan kasih sayang. cinta yang selalu dibutuhkan oleh anak di usia dini. Kedamaian, ketenangan dan merasa terlindungi itulah yang membuat anak selalu dan selalu mencari ayah atau ibunya. Itulah yang selalu dilakukan si ayah. Mendahulukan kepentingan anak, walaupun perkerjaannya tertunda.

Kemudian si ayah mendudukkan anaknya di kursi. Ia berjalan mengambil air minum. Dituangkanya dalam gelas kecil. Gelas yang sangat disukai oleh anaknya. Terkadang si anak tidak mau minum kalau tidak memakai gelas tersebut. ia memberikan gelas air sambil memegang tangan anaknya. Setelah merasa anaknya memegang gelas dengan baik, ia melepaskan tangnya dari tangan anaknya. Tanpa sadar si ayah telah melatih motorik kasar si anak. Ia melatih koordinasi jari tangan memegang benda-benda (2).

Ia terharu, berlingan air mata , melihat anaknya minum. Ia membayangkan bagaimana dirinya sewaktu ia masih kecil. Selalu dijaga dan dirawat oleh kedua orang tuanya dengan penuh kasih sayang. Ia berpikir beginilah salah satu cara ia membalas kebaikan kedua orang tuanya. dengan merawat cucunya. dengan cinta dan kasih sayang juga.

Tiba-tiba suara pintu dibuka. Tampak sesosok wanita yang mengenakan pakaian dinas seorang aparat sipil Negara.lengkap dengan badge di lengan bajunya.

“Assalamualaikum”, suara merdu ibunya yang selalu di tunggu Fira bila hari sudah siang.

“waalaikumsalam”, fira menjawab salam ibunya. Fira biasa menjawab salam ibunya. Fira sudah mencapai standar pencapaian perkembangan pada lingkup perkembangan sosial-emosionalnya (3).

“Ibu.Ibu! fira tadi belajar laptop sama ayah”,

“oh, iya? Pintar sekali anak Ibu, sini! Ibu cium dulu”. Fira pun berlari kearah ibunya. Kemudia ia memeluk ibunya dengan erat sekali. Menumpahkan semua rasa rindunya. Mengharapkan belaian kasih sayang. Yang selalu bercerita sebelum ia tidur. Dan sebagai hakim yang adil. Yang mendidik anaknya dengan sikap tidak kalah dan tidak menang,seperti yang sering di pelajari sewaktu dulu ia menjadi kader PKK. Mengikuti lomba pola asuh anak dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat kabupaten. Sosok yang terkadang melarang si ayah agar jangan selalu mengikuti kehendak anaknya .

Ibu sudah selesai menyiapkan hidangan makan siang di meja makan. Kemudian ia mengajak ayah dan fira untuk makan. Mereka bertiga duduk pada kursi masing-masing. Ibu menyiapkan piring dan mengambil nasi dan lauknya untuk Fira.

“ Sebelum kita makan, marilah kita berdo’a! Berdo’a, mulai!”, kata ibu memimpin do’a sebelum makan. Mereka membacakan do’a dengan suara keras. Hal dimaksudkan agar Fira dapat mengikuti bacaan demi bacaan dari doa tersebut. ternyata fira sudah mencapai standard pencapaian perkembangan anak pada lingkup perkembangan nilai agama dan moral (4).

(1),(2),(3),(4), adalah Standar tingkat pencapaian perkembangan anak yang termaktub dalam pemerdikbud no. 137 tahun 2014 .

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bagia dari mempraktekkan parenting yang keren

04 Nov
Balas

terima kasih bunda

04 Nov

Tulisan ttg pendidikan anak yg sangat bagus. Ada penulisan kata yg perlu dikoreksi, a.l: fira, seharusnya Fira; ditunjukan, seharusnya ditunjukkan; dituangkanya, seharusnya dituangkannya; melakukanya, seharusnya melakukannya. Memang masih sering terjadi orang menulis kata yg berakhir huruf k dan mendapat akhiran kan, atau kata yg berakhir huruf n dan mendapat akhiran nya, penulisannya kurang huruf k 1 atau n 1. Ada satu lagi, setiap kalimat, termasuk dalam ujaran (yg diapit tanda "..."), harus diawali dg huruf kapital. Mhn maaf kalau kurang berkenan, Pak.

04 Nov
Balas

terima kasih bapak. koreksi sangat saya butuhkan, agar tulisan saya menjadi lebih enak dibaca. saya terinspirasi dari tulisan-tulisan bapak.sukses selalu pak.

05 Nov

Tulisan yang sangat komprehensif tentang pendidikan diangkat dari kasus nyata. Sukses selalu Baraklallah

04 Nov
Balas

terima kasih mas. semoga ide-ide segar dari mas dapat membawa kita menjadi pemulis yang baik. saya sangat kagum atas goresan pena mas mulya.sukses selalu

05 Nov

Wow ayah yang penyayang dan perhatian. Sukses selalu dan barakallah

04 Nov
Balas

biasanya anak jadi mandiri bunda. sukses selalu untukmu

04 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali